Wonogiri (Girinews)-Bupati Wonogiri Joko Sutopo akan memprioritaskan bidang pendidikan di atas program yang lainnya karena masa depan Kabupaten Wonogiri ada di tangan anak-anak muda dan para pelajar.

Hal ini disampaikannya ketika memberi pengarahan dalam Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Selasa (24/1/2023). Acara yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati ini diikuti oleh 430 Siswa kelas X SMAN 1 Wonogiri.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga memotivasi seluruh pelajar yang hadir untuk terus giat belajar dan mengembangkan potensi diri sebaik-baiknya.

“Kalian adalah calon-calon pemimpin yang akan membangun Kabupaten Wonogiri di masa depan. Kalian hanya perlu serius dan giat belajar, karena Pemkab Wonogiri saat ini hadir dengan berbagai program yang diprioritaskan untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Wonogiri,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Mas Jekek ini mengaku lahir dari seorang ibu yang berjualan jamu gendong keliling. Kemiskinan membuatnya tidak dapat mengenyam bangku pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Jaman dulu kalau miskin tidak bisa sekolah. Mau pinternya kaya apa, tetep nggak bisa sekolah, apalagi kuliah. Makanya saat ini saya sudah jadi Bupati mau fokus pada program pendidikan yang berkualitas, berkesetaraan, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan menjamin semua anak di kabupaten Wonogiri dapat sekolah dengan baik,” terangnya.

Program prioritas di bidang pendidikan diwujudkan dengan pembagian seragam sekolah gratis di awal tahun ajaran bagi siswa SD dan SMP se-Kabupaten Wonogiri dengan anggaran hingga delapan miliar rupiah. Program mahasiswa berprestasi juga telah dianggarkan sebesar sepuluh miliar rupiah pada tahun 2023 ini.

“Sebanyak 2.700 mahasiswa asal Kabupaten Wonogiri telah menerima program mahasiswa berprestasi dalam kurun waktu kami menjabat. Saya berharap, kalian semua tekun dan giat belajar, karena pemerintah dipastikan hadir memberikan solusi-solusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Wonogiri, salah satunya beasiswa mapres (mahasiswa berprestasi) ini,” tutur Bupati seperti dikutif dari wonogirikab.go.id.

Tak lupa, Bupati juga berpesan agar para pelajar tidak terkena modernisasi jaman yang salah kaprah, salah satunya dalam menggunakan media sosial. Para pelajar diminta untuk berhati-hati dalam menerima segala bentuk informasi yang tersebar di media sosial dan jaringan internet lainnya.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sendiri merupakan (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan dilingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila.

Berdasarkan Permendikbudristek No. 56/M/2022, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pembelajaran yang baru dimunculkan pada sekolah penggerak. Pada tahun ajaran 2022/2023 mulai berlaku Kurikulum Merdeka yang juga menerapkan P5.

Profil pelajar Pancasila memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi industri 4.0. Kompetensi Profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.

Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karenanya, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, Pelajar Indonesia juga diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karenanya, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. (red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *