Wonogiri (Girinews)-Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri mulai aktif mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik kepada masyarakat. Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Wiwik Puji Hastuti Ekowati mengatakan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi dari setidaknya dua pasar swalayan dan satu toko ritel terkait pembatasan penggunaan kantong plastik dalam proses jual beli dengan masyarakat umum.

Perempuan yang akrab disapa Wiwik ini, ketika dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa perihal pembatasan pengurangan kantong plastik ini sudah bisa diterapkan dengan cukup baik di beberapa pasar swalayan dan toko ritel.

“Kami mendatangi langsung Toserba Luwes dan Alfamart Bulusulur, di sana kami bersosialisasi dengan pengunjung, kami sampaikan edukasi juga, dan sudah kami cek memang benar pihak toko sudah membatasi penggunaan kantong plastik, masyarakat dihimbau untuk membawa kantong belanja sendiri,” terangnya seperti disadur dari wonogirikab.co.id.

Wiwik tidak menampik bahwa di awal diberlakukannya aturan ini, memang sempat terjadi sedikit gejolak dan pertanyaan dari masyarakat umum. Masyarakat mengaku tidak mengetahui adanya Peraturan Bupati Nomor 46 tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Meski telah secara masif mengeluarkan rilis dan mengunggah postingan dengan konten pembatasan penggunaan kantong plastik, respon masyarakat relatif kecil.

“Saat awal diberlakukannya aturan ini, masyarakat agak kaget. Mereka yang terlanjur berbelanja dalam jumlah besar merasa kesulitan untuk membawa pulang barang belanjaanya. Namun demikian, pihak toko masih menyediakan kardus bekas untuk mengemas belanjaan pembeli,” lanjutnya.

Diungkapkan Wiwik, butuh proses sosialisasi yang panjang dan menyeluruh kepada masyarakat melalui semua jenis media, utamanya media sosial. Selain memberi himbauan kepada masyarakat, pihaknya pun mendatangi pasar swalayan dan toko ritel untuk membagikan kantong belanja ramah lingkungan secara gratis kepada masyarakat, sekaligus melakukan sosialisasi dan memberi edukasi terkait hal ini.

“Tapi pada akhirnya semua menerima. Menurut pemantauan kami, saat ini sebagian besar masyarakat yang berbelanja ke Toserba Luwes sudah membawa kantong belanja sendiri. Demikian juga di Toserba Baru. Kami belum kesana, tapi dari laporan manajemen pembatasan kantong plastik sudah bisa dilaksanakan dengan cukup baik,” terang Wiwik.

Sebagai solusi dari permasalahan ini, Wiwik memberi arahan kepada manajemen toko untuk menyediakan kantong belanja ramah lingkungan yang dijual dengan harga murah, sehingga tidak memberatkan pembeli dan pelaksanaan regulasi ini dapat terus berkelanjutan. Penggunaan kardus bekas untuk mengemas barang belanjaan dalam jumlah besar juga dirasa bisa menjadi solusi alternatif bagi pembeli. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *